Ikhlas? blm bisa :(
Berawal dari
pemikiran yg satu. ALLAH adalah segalanya.
Tempat km
berasal, tempat kamu kembali, tempat kamu berjalan, tempat kamu berlari, tempat
kamu diam dan segalanya. Berawal dari angka 0 dan diakhiri dengan 9 serta
segala kemungkinan yg ada diantaranya, ada ALLAH.
Kenapa kamu
bersedih? Kenapa km khawatir? Kenapa kamu marah? Kenapa km kecewa? Kenapa ada
rasa sakit? Kenapa ada rasa itu semua bila sebenarnya Allah sudah menggariskan
segalanya. Hidup mu, mati mu, bahagia mu, sakit mu, kecewa mu, bangga mu, semua
hal sampai ke elemen waktu terkecil yakni guliran detik.
Lalu apa yg bs km
sombongkan? Apa yg kamu miliki? Apa daya dan kemampuan mu sampai kau bisa
mengucapkan bahwa kau bs melakukan hal ini dan itu. Apa yg membuat mu berfikir,
bahwa kau mampu melakukan semua hal sendiri tanpa ada takdir ALLAH yg
menjadikan hal itu terjadi?
Lalu kau pun
merasa tersakiti, terkhianati, kecewa dan perih. Sakit mu, perih mu, kecewa mu
kau pikir datang begitu saja pada mu? Sakit mu terjadi karena ALLAH yg mau.
Kecewa mu terjadi karena ALLAH yg mau. Perih mu terjadi karena ALLAH yg mau.
Seketika kau marah? Kenapa ALLAH memberikan rasa itu kpd mu? Kau tau kenapa?
Karena ALLAH rindu km. ALLAh terlalu sayang pada mu hingga ALLAH ingin kau
selalu ada untuk Nya.
Pahamilah! Kau
hanya manusia. Hamba. Selayaknya hamba. Kau tidak mememiliki hak apapun atas
apa yg ada pada dirimu. Diri mu bukan milik mu. sehingga apa yg membuat kau
berfikir bahwa anak mu itu adalah milik mu? Rumah mu adalah milik mu? Emas dan segalanya adalah milik mu? Bila jiwa
dan raga mu saja tidak kau miliki? Insane right?
Pahami lebih
dalam!! Kebahagian, kesenangan, kesuksesan, keselamatan dan apapun itu adalah
ALLAH yg mau. Karena ALLAH yg menghendaki itu terjadi pada mu. Bukan karena
usahamu, bukan karena salah mu.
Pahami lebih
dalam. Ia Tuhan dan kau hamba. ALLAH berhak atas mu. Dan kau, kau berdoalah.
Memohon lah. ALLAH terlalu MAHA untuk mendengarkan keluh kesah mu. Terlalu
Pemurah untuk memberikan dan mencurahkan berkah untuk mu. ALLAH terlalu... sempurna. Itu saja. Sempurna.
Komentar
Posting Komentar